
Khutbah Idul Fitri
Disampaikan oleh Ust. M. Isro Sirajuddin
Pada Sholat Ied di Mushalla Al-Ihsan Komp. AMD Permai Banjarmasin
1 Syawwal 1428 H
إِنَّ اْلحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شرَيِْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
HADIRIN KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT JAMA’AH IDUL FITRI YANG BERBAHAGIA
Puji dan syukur yang sedalam-dalamnya, dengan penuh perasaan gembira, kita sanjungkan kehadirat Allah swt. Tuhan yang telah memanjangkan usia kita, sehingga di pagi yang ceria ini kita dapat berkumpul bershaf-shaf memenuhi tempat yang berkah ini.
Fajar tanggal 1 Syawal telah menyingsing di ufuk timur, pada saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini pula Allah Azza Wa Jalla memperlihatkan kemulyaan dan keagungannya, dimana seluruh umat TAUHID di segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid :
الله اكبر X 3
لا اله إ لاّ الله و الله أكبر. الله اكبر و لله الحمد
HADIRIN HADIRAT RAHIMAKUMULLAH .......
Dalam suasana hati yang penuh kegembiraan ini, dalam pesta semesta yang gegap gempita, oleh gemuruh takbir kemenangan yang hingar bingar, meliputi seluruh angkasa raya, menggelora ke dalam jiwa, hingga mendirikan bulu-bulu roma...., marilah sejenak kita melakukan perenungan pada hakikat makna ibadah yang telah kita lalui bersama, pada nuansa hati yang tak terkendali ini ........
Benarkah, selama sebulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa, dengan penuh keta’atan dan kepatuhan, hanya mengharap ridla – Nya, sebagai bukti meningkatnya kualitas ketaqwaan kita kepada Allah swt. ... .. ?
Betulkah, kita semua telah lulus dalam menghadapi ujian berpuasa sebulan penuh lamanya, membendung dan menyingkirkan segala godaan dan nafsu angkara murka .......?
Berhasilkah kita membersihkan iman, dari bintik-bintik kemaksiatan, kemunafikan, dan kemungkaran .......?
Hari ini Ramadhan telah berlalu .........., bulan suci, bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh, relakah kita melepaskannya seadanya ........? Bagaimanapun, seiring dengan menggelindingnya jarum jam, kita harus rela melepaskan ramadhan pergi meninggalkan kita.
Hari ini hari bersuka ria. Namun ....... adakah suka ria kita karena sedang mensyukuri kemenangan atas godaaan setan dan hawa nafsu? Ataukah karena kita kini terbebas kembali seperti semula?
Hendaknya kegembiraan kita hari ini didasarkan atas kemenangan kita melawan godaan iblis dan pengarus hawa nafsu selama kita ramadhan... bukan karena gembira karena kita terbebas dari puasa yang dianggap menyiksa kita, mengganggu aktivitas kita.
YAA .......... RABBY ........ ! Rasanya puasa kami hampa, jiwa ini miskin tak berarti apa, bahkan diri ini bergelimang noda dan dosa. Maka hanya rahmat dan maghfirahmu Yaa ....... Allah yang kami minta, kami ibarat setetes embun dalam lautan keagunganmu ........
ALLAHU AKBAR 3X WALILLAHI AL – HAMD
Jamaah Idul Fitri yang selalu disayang ALLAH.
Di hari yang fitri ini di hari di mana kita dalam tanda kutip terlahir, kembali hendaknya kita kembali menyucikan segala bentuk pikiran kita yang negatif. yang selama ini mungkin terkadang berkeluh kesah akan kekurangan yang ada pada kehidupan kita.
Hari-hari, minggu-minggu dan bulan-bulan yang lalu terkadang pikiran kita dipenuhi berbagai target dan keinginan. Kita mungkin begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mempunyai mobil yang bagus, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. tetapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.
Kita juga sering berkeluh kesah hanya karena ada sesuatu yang belum kita dapatkan. Kita berkeluh kesah karena segala sesuatunya tidak seperti yang kita harapkan.
Kita mengeluh karena rumah kita lebih kecil dari rumah teman atau tetangga kita. kita mengeluh karena jarak rumah kita jauh di pelosok dibanding rumah-rumah yang ada di dekat jalan raya. Kita mengeluh karena kita belum punya mobil seperti tetangga kita, sedangkan kita hanya punya sepeda motor. Kita mengeluh karena usaha kita mengalami kerugian. Kita mengeluh karena gaji kita sampai saat ini belum dinaikkan.
Kita mengeluh karena pilek kita belum juga sembuh-sembuh. Kita mengeluh karena Uang kita hampir habis sedangkan kebutuhan kita masih banyak. Kita memang sering mengeluh karena kita merasa kekurangan nikmat dibanding orang lain.
Keluh kesah kita terkadang menjadi pikiran berhari-hari. Kita selalu merasa kekurangan. Kita merasa ALLAH kurang adil karena orang lain lebih banyak diberi kenikmatan dibanding diri kita.
Apa yang membuat kita seperti ini? Apakah ALLAH memang benar tidak adil dalam membagi nikmatnya?
Hal ini lebih banyak dikarenakan kurangnya rasa syukur kita kepada ALLAH SWT. Ya, bersyukur… Hal ini yang sudah agat sering kita dengar dari para ustadz dan kyai. Satu hal tentang kewajiban kita yang sebenarnya amat ringan dikerjakan tetapi terkadang kita juga ringan untuk tidak mengerjakannya.. Kita sudah sangat sering mendengarnya berkali-kali, tetapi kita juga sering melupakannya juga berkali-kali.
Kenapa kita wajib bersyukur?
Kenapa setiap saat kita harus selalu merasa bersyukur?
Apa akibatnya bila kita tidak bersyukur?
Syukur berasal dari akar kata syakara yang berarti berterima kasih. Syukur adalah bentuk kita berterima kasih kepada ALLAH SWT yang senantiasa mencurahkan nikmat-Nya kepada kita dengan bermacam-macam nikmat yang tidak dapat dihitung banyaknya. Dalam hal ini Allah berfirman dalam Surat An-Nahl:18:
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya engkau tidak dapat menghitung jumlahnya."
Kita terkadang menterjemahan nikmat adalah sebagai rezeki dan rezeki adalah uang dan harta. Maka kita biasanya akan sangat bersyukur bila mendapatkan rezeki dari usaha kita atau dari tempat kita bekerja atau dari pemberian orang lain. Karena hal ini kita mengadakan acara yang biasa dinamakan syukuran. Ini sebenarnya tidak salah.
Tetapi akan sangat rugi apabila kita menterjemahkan nikmat itu hanya berasal dari materi semata. Kita akan sangat rugi bila merasa bersyukur dengan datangnya harta berlebih pada diri kita.
Karena sebenarnya nikmat itu sangat luas pengertiannya.
Nikmat bukan hanya berbentuk uang, rumah, sepeda motor, mobil, makanan dan minuman yang lezat serta pakaian yang bagus-bagus tetapi segala yang kita punyai, segala yang kita rasakan, yang berbentuk ataupun yang tidak nampak oleh mata adalah nikmat, nikmat yang besar. Lebih besar dari harta benda yang kita kumpulkan selama ini...
Hadirin sekalian.
Coba kita sekarang menarik napas sebentar dan keluarkan secara perlahan. Apakah itu bukan nikmat yang besar?
Itu adalah nikmat yang tiada tara. Bahkan lebih besar dari bonus gaji di tempat kita bekerja.
Sekiranya ALLAH menutup saluran pernapasan kita barang 1 menit. Apa yang terjadi pada diri kita?
Sekiranya ALLAH memberikan penyakit susah bernapas, berapa juta rupiah yang harus kita bayar untuk membeli oksigen, menginap di rumah sakit hanya untuk bisa bernapas dengan normal.
Itulah yang dirasakan mereka yang sekarang berada di rumah sakit. Hidung mereka dipasang alat pernapasan. Satu tabung oksigen harus selalu berada di sisi dipannya. Itupun harus selalu diawasi dokter dan perawat dan bernapas seperti itupun tidak senikmat bernapas yang normal.
Itulah nikmat yang tiada tara. Kita bernapas dengan nyaman dan kita menghirup oksigen yang disediakan ALLAH secara gratis tidak satu menit, tidak satu hari, tidak satu tahun tapi SEPANJANG HIDUP kita.
(ayat}
فبأي آلا ء ربكما تكذبان
Dan nikmat ALLAH yang mana lagi yang kau dustakan?
Siapa yang memberi kenikmatan itu? ALLAH SWT.
Dan sudahkah kita bersyukur atas nikmat ini?
Mari kita rasakan gerakan tangan kita… Sungguh tangan kita adalah karunia yang begitu besar… dihiasi dengan jari jari tangan yang indah dan sempurna. begitu mudahnya kita mengerakkan jari jemari kita untuk bergerak sesuai kehendak kita. Kita tidak perlu lagi memakai remote kontrol untuk mennggrakkan tangan kita. Semua cukup dengan melewati perintah otak kita.
Sungguh nikmat bukan? Hampir semua pekerjaan kita bertumpu pada kerja tangan kita. Ingatlah ketika kita berpakaian, mengayunkan gayung di kamar mandi, menyuap makanan ke mulut kita, menulis, memasak, mencuci pakaian, mengendarai sepeda motor kita. Semua berkat nikmat tangan yang diberikan ALLAH.
Pernahkah kita secara khusus bersyukur kepada ALLAH berterima kasih karena telah memberikan kita tangan? Dan telah memberikan tangan yang sehat sejak kita lahir sampai sekarang?
Pernahkah bapak ibu melihat orang yang tidak mempunyai tangan?
Mereka sungguh sangat susah dalam bekerja. Pernahkah membayangkan bagaimana mereka menyuap nasi ke mulut mereka?
Mereka menggunakan kaki! Mereka menulis dengan kaki.... Dan bagaimana mereka bisa mengayunkan gayung di kamar mandi? Bagaimana mereka bisa mengendari sepeda motor?
Hadiriin sekalian.. mereka memimpikan mempunyai tangan yang sempurna walau hanya satu menit. Ya satu menit.... tetapi mimpi mereka amat sulit terwujud.
Tidak seperti kita saudaraku....
Kita diberi ALLAH kenikmatan tangan tidak satu menit, tidak satu hari saja, tidak satu tahun, tapi SEPANJANG HAYAT kita!
Seberapa sering kita sudah bersyukur kepada ALLAH yang telah memberi kita tangan yang sempurna?
Adakah kita selama ini memakai tangan indah ini untuk memukul anak kita? Memukul buah hati kita yang tidak berdosa yang belum mengerti mana baik mana buruk.
Adakah kita pernah menggunakan tangan kita untuk mengambil barang-barang yang bukan hak kita?
Adakah kita pernah menggunakan tangan kita untuk menyentuh sesuatu yang haram bagi kita?
Dan nikmat ALLAH yang mana lagi yang kau dustakan?
Siapa yang memberi kenikmatan itu? ALLAH SWT.
Dan sudahkah kita bersyukur atas nikmat ini?
dan rasakanlah nikmat kaki… Adakah dalam seminggu ini kita bersyukur akan nikmat kaki ini…? Adakah kita merenung akan besarnya anugrah ALLAH pada kaki kita ini?
Adakah kita pernah membayangkan bilamana salah satu kaki kita harus diamputasi karena kecelakaan? Kita berjalan dengan tongkat… terkadang dipapah, terkadang berjalan sempoyongan, terkadang kita harus merasakan sakit karena terjatuh… dan betapa sedihnya kita karena kita tidak pernah bisa bahagia memakai sandal yang bagus, karena kita tidak bisa memakai kedua belahnya…
Itulah yang dialami mereka yang tidak sempurna kakinya. Mereka memimpikan bisa berjalan dengan sempurna, berjalan dengan sempurna dan tidak lagi menjadi tontonan orang…
Sedangkan kita? Kita diberi ALLAH kaki yang sehat tidak satu menit, tidak satu hari saja, tidak satu tahun tapi SEPANJANG HAYAT kita.
Adakah kita pernah selama ini merasa tidak puas dengan sepatu usang kita? Adakah kita pernah merasa kita malu memakai sandal buruk ke acara perkawinan?
فبأي آلا ء ربكما تكذبان
Dan nikmat ALLAH yang mana lagi yang kau dustakan?
Siapa yang memberi kenikmatan itu? ALLAH SWT.
Dan sudahkah kita bersyukur atas nikmat ini?
Mari kita kedipkan mata kita. Ternyata kita masih bisa berkedip. Mata kita masih bisa melihat sajadah di depan kita, masih bisa melihat jamaah di depan kita. Coba kita pejamkan mata sebentar.... Bayangkan bila sekarang ALLAH mencabut penglihatan kita sekarang. Bagaimana susahnya kita pulang dari musholla ini ke rumah kita. Bagaimana sedihnya kita tidak lagi bisa melihat wajah istri atau suami kita. Wajah anak-anak kita.
Kita tidak lagi bisa melihat indahnya alam ini. Indahnya taman yang berbunga. Indahnya pepohonan yang menghijau. Kemana-mana dituntun oleh orang lain. Motor yang kita punyai tidak bisa kita kendarai lagi.
Ketika kita bergerak, kita begitu was-was karena kita tidak ingin lagi kaki kita tersandung meja dan kepala kita terbentur dinding. Yang ada hanya suara sedangkan penglihan telah gelap. Ya, Dunia gelap! Kita tidak bisa membedakan lagi siang dan malam.
Itulah yang dialami para tunanetra. Mereka memimpikan bisa melihat walaupun satu menit saja. Ya walaupun satu menit… mereka memimpikan bisa melihat wajah orangtua mereka. mereka memimpikan bisa melihat wajah mereka sendiri.
Sedangkan kita? Kita diberi ALLAH penglihatan tidak satu menit, tidak satu hari saja, tidak satu tahun tapi SEPANJANG HAYAT kita.
Dan untuk apakah kita menggunakan nikmat ALLAH ini?
Adakah kita pernah menggunakan mata untuk melihat aurat wanita lain? Adakah kita menggunakan mata kita untuk melihat tampilan-tampilan musik, tarian-tarian pengundang syahwat di TV?
Renungkanlah sebanyak apa kita telah menggunakan mata untuk hal-hal yang dibenci ALLAH
Apakah itu cara kita menyukuri nikmat mata?
Berapa rupaih harga sebiji mata kita? Maukah kita menjual mata kita qalaupun seharga 1 milyar?
فبأي آلا ء ربكما تكذبان
Dan nikmat ALLAH yang mana lagi yang kau dustakan?
Siapa yang memberi kenikmatan itu? ALLAH SWT.
Dan sudahkah kita bersyukur atas nikmat ini?
Hadirin jamah idul fitri yang disayangi ALLAH...
Apa yang disampaikan tadi hanyalah nikmat yang ada pada tubuh kita, yang amat jarang kita sadari nikmatnya. Yang amat sangat jarang kita bersyukur atas pemberian ALLAH ini. Dan begitu banyak lagi pemberian ALLAH di tubuh kita.
Tubuh kita adalah desain terbaik ALLAH yang diberikan hanya kepada manusia. Organ-organ tubuh kita... subhanallah.... mempunyai unsur unsur yang sangat banyak dan sangat rumit. Kebesaran ALLAH ada pada tubuh kita.
Pernahkah kita tahu bahwa di dalah tubuh kita ini ada seratus trilyun... (sekali lagi) seratus trilyun lebih anggota sel-sel yang hidup.
Masing-masing memiliki tugas khusus. Ada yang bertugas melapisi permukaan tubuh sedangkan yang lain membentuk sel darah, menangkap gelombang cahaya, menghantar aliran listrik, memekatkan zat empedu, menyerap sari makanan, membunuh sel yang berbahaya, menggerakkan organ tubuh,membungkus serta membentengi seluruh bagian tubuh sehingga tubuh menjadi satu kesatuan, serta aneka tugas yang lain.
Hadirin jamah idul fitri yang disayangi ALLAH...
Tubuh kita yang sempurna ini semakin bertambah sempurna lagi dengan kesehatan yang diberikan ALLAH kepada kita. Ya nikmat sehat yang terkadang juga kita lupakan.
Nikmat sehat ini terkadang baru kita rasakan sebagai nikmat ALLAH yang sangat besar ketika kita sedang sakit. Kita baru menyadari nikmat sehat ketika kita terbaring lemah di atas kasur. Badan panas dingin, kepala sakit, perut terasa kembung. Makanan senyaman apapun di hadapan, kita sama sekali tidak bernafsu memakannya.
Di saat inilah kita sangat mengharapkan kembali sehat, kita banyak berdoa semoga segera disembuhkan ALLAH. Tetapi setelah kita sembuh, seberapa sering kita bersyukur akan nikmat ALLAH ini?
Ketika nabi Ayyub terbaring beberapa tahun karena sakitnya yang tak kunjung sembuh, sang istri menyarankan agar ia berdoa kepada ALLAh untuk kesembuhannya. Sang istri yakin bahwa doa seorang nabi pasti dikabulkan ALLAH swt. Akan tetapi apa jawaban Nabi Ayyub? Beliau berkata “Aku malu kepada ALLAH. Sakit yang aku derita ini ini baru beberapa tahun saja. Sementara karunai sehat telah diberikan ALLAH berpuluh-puluh tahun lamanya.”
Jamaah Idul fitri yang dikasihi ALLAH
Kenapa kita diwajibkan ALLAH untuk bersyukur?
Karena dengan bersyukur, hati menjadi lebih tentram, lebih damai dan lebih bisa menyadari besarnya kasih sayang ALLAH pada diri kita. Bersyukur adalah manifestasi dari kualitas hidup yang tinggi yang melahirkan kebahagiaan dalam kondisi yang bagaimanapun. Dalam kondisi yang lapang, kita harus berbahagia. Pun dalam kondisi yang sempit misalnya terkena musibah, kita harus masih bersyukur karena nikmat ALLAH masih banyak yang bersama kita.
Dan begitu pemurahnya ALLAH yang akan memberikan dan melipatgandakan nikmatNya bagi hamba-hambanya yang bersyukur.
“lain syakartum....”
barangsiapa yang mensyukuri nikmat yang ada, maka Allah akan menambah nikmat baginya.
Tetapi ALLAH juga menjanjikan azab dan penderitaan yang sedih apabila kita tidak melupakan nikmat ALLAH, apalagi menggunakan nikmat ALLAH untuk hal-hal yang dimurkaiNYA.
“wa la’in...”
Dan apabila kalian kufur terhadap nikmat-KU, sesungguhnya azabku sangat pedih.....”
Hadirin.....
Sekarang mari kita ketahui beberapa bentuk syukur yang selayaknya kita lakukan.
Pertama, yakinlah bahwa semua nikmat itu hanya milik Allah. Tiada pembagi nikmat selain Dia. Semua yang kita nikmati sekarang ini adalah anugrah ALLAH. Bukan dikarenakan yang lain. Janganlah kita merasa bahwa kemakmuran yang kita miliki harta benda yang kita miliki, kesehatan yang kita punyai adalah hasil kerja keras kita, hasil dari ilmu kita sehingga kita bisa mendatangkan rezeki. Kerja keras kita atau bantuan orang lain hanyalah perantara nikmat yang sebenarnya bersumber dari Sang pemberi nikmat ALLAH Ta’ala
Kedua, ucapkanlah alhamdulillahirabbil'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pujilah Allah dalam segala situasi karena apa yang kita nikmati sesungguhnya melampaui apa yang menyusahkan diri kita. Jika kita dipuji orang sebagai orang yang cerdas, maka sebenarnya otak dan pikiran kita adalah ciptaan Allah. Dan kalau pun dipuji karena harta, itu pun ternyata hanya titipan belaka. Ucapan alhamdulillah yang muncul dari pikiran yang sehat dan sempurna pasti akan menimbulkan rasa syukur atas segala nikmat yang diterimanya dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
Mari kita hitung, dalam sehari, di luar waktu sholat kita, berapa kali kita mengucapkan alhamdulillah?
Rasanya kita paling sering mengucapkan alhamdulillah pada saat kita bersendawa atau meriga. Dan yang paling khusu dan semangat ucapan alhamdulillah adalah pada saat listrik kembali bernyala setelah mati sekian jam.
Hanya itukah ucapan alhamdulillah kita sehari-hari?
Ketiga, bentuk bersyukur yang paling penting adalah kita menyukuri nikmat ALLAH ini dengan menggunakan nya untuk hal-hal yang diridoi ALLAH.
mAri kita gunakan mata kita untuk melihat dan membaca kebesaran ALLAH di alam semesta ini, mulut kita untuk mengucapkan perkataan-perkataan yang mulia.
Otak kita gunakan untuk memikirkan hal-hal yang positif. Uang yang kita miliki, kita belanjakan hanya untuk hal-hal yang memang diperlukan, bukan untuk dimubazirkan.
Radio, televisi, VCD player, kita gunakan untuk melihat dan mendegarkan hal-hal yang disukai ALLAH saja. Mari kita filter tontonan kita di televisi. Mari kita tinggalkan tontonan yang secara nyata atau tidak langsung bisa merusak aqidah kita, merusak iman kita, merusak hati kita.
Layakkah kita menonton sinetron2 yang menghina agama kita, layakkah kita menonton tayangan-tayangan musik, dance, tarian-tarian yang menghina agama kita.
Mari kita gunakan nikmat ALLAH ini sebagai modal kita mengabdi kepada ALLAH, beribadah kepadaNya dan sebagai jalan kita untuk meraih kebahagian di surga. Jangan sampai nikmat yang kita rasakan ini menjadi kendaraan kita menuju siksanya, menjadi jembatan kita menuju nerakanya, akibat dari perbuatan kita yang menggunakan nikmat ALLAH untuk hal-hal yang dimurkaiNya.
Naudzu billahi min dzalik.
Bentuk syukur yang ke empat adalah
dengan membagi kenikmatan kita ini untuk orang lain yang belum merasakan kenikmatan kita.
Apalah artinya makanan-makanan yang memenuhi meja makan, yang memenuhi lemari makan kita yang memenuhi kulkas kita bila kita tidak bisa merasakan dan memperdulikan rasa lapar yang diderita saudara-saudara kita yang lain.
Hari ini di hari raya ini, begitu banyak makanan terhampar di rumah kita. Mari kita syukuri nikmat ini dengan berbagi walau sedikit kepada mereka yang kekurangan makanan, mereka yang memimipikan makanan lezat dan nyaman.
Apalah artinya baju-baju kita, pakaian-pakaian kita bertumpuk di lemari bila kita tidak peduli dengan saudara-saudara kita yang berbaju lusuh, yang tidak pernah mempunyai baju bagus karena mereka tidak mampu membelinya.
Mari kita berikan walau selembar pakaian kita kepada mereka. Mari kita syukuri nikmat pakaian ini dengan membagi nikmat untuk orang yang lebih membutuhkan.
Apalah artinya nikmat otak yang diberikan ALLAH kepada kita bilamana lebih banyak kita gunakan untuk berpikir negatif, berburuk sangka ke orang lain, berpikiran dengki dan pikiran-pikan buruk lainnya.
Mari kita gunakan otak kita untuk memikirkan kemashlatan bersama, memikirkan kesejahteraan keluarga besar kita, memikirkan kesejahteraan kampung kita dan memikirkan dakwah islam dan tegaknya agama ALLAH di bumi ini.
Mari kita tetap bersyukur dalam keadaan bagaimanapun, walaupun dalam keadaan kita sakit. Kenapa kita tetap harus bersyukur dalam keadan sakit?
Ketika kita sakit, pikiran kita biasanya hanya terfokus pada anggota tubuh kita yang sakit. ketika sakit kepala kita tidak sembuh sembuh, kiat terkadang mengeluh dan merasa begitu menderita. Padahal yang sakit hanya kepala. Ingatkah kita bahwa begitu banyak anggota tubuh kita yang tetap sehat. Mata kita tetap sehat, tangan kita tetap sehat, perut kita tetap sehat, jantung, ginjal, usus, peredaran darah kita masih normal. Ini yang harus kita syukuri! Betapa banyaknya nikmat yang masih ada sama kita. Lalu kenapa kita harus mengeluh ketika hanya satu atau dua anggota tubuh kita yang tidak sehat.
Dan ketika kita mensyukuri yang masih ada, ALLAH pun akan menambah nikmatNya kepada kita sesuai janjinya. Dan ketika kita berkeluh kesah dan tidak menyukuri nikmat yang lain, maka tidak mustahil bagi ALLAH untuk menghilangkan beberapa nikmatNya dari diri kita.
Jamaah Idul fitri yang dikasihi ALLAH
Yang terakhir, izinkanlah kami menyampaikan tentang 2 nikmat ALLAH yang paling besar yang terkadang jarang juga kita menyadarinya.
Yang pertama adalah nikmat umur. Umur adalah waktu, waktu adalah nikmat yang diberikan ALLAH sama pada tiap manusia yakni 24 jam dalam sehari. Tetapi panjangnya waktu dalampengertian umur berbeda-beda pada tiap manusia. Di antara kita ada yang sudah diberi ALLAH nikmat umur sampai 20 tahun lebih, ada yang 30 tahun lebih dan ada beberapa yang lebih 40 tahun.
Kita tidak tahu berapa lama nikmat umur yang akan ALLAH anugrahkan kepada kita. Tetapi yang terpenting bukan berapa lama umur kita, tapi seberapa lama umur kita yang bermanfaat, yang kita gunakan untuk kebaikan, untuk pengabdian kepada ALLAH.
Mari kita renungkan, sampai saat ini umur kita lebih banyak kita gunakan untuk apa?
Apakah nikmat umur ini lebih banyak kita pakai untuk hal-hal yang diridhoi ALLAH ataukah untuk hal-hal yang dimurkai ALLAH?
Apakah nikmat umur ini lebih banyak kita pakai untuk kebaikan ataukah untuk kemaksiatan?
Apakah nikmat umur ini lebih banyak kita pakai untuk menolong, membantu dan membahagian orang lain ataukah lebih banyak untuk menyakiti dan membuat orang lain menderita.
Dan nikmat yang paling besar adalah nikmat imaan dan islam. Saudaraku... Adakah kita menyadari bahwa iman dan islam ini merupan nikmat ALLAH yang laur biasa? Melebihi nikmat kesehatan, nikmat harta benda dan nikmat waktu.
Islam yang kita anut ini adalah satu-satunya agama yang benar yang benar-benar akan membawa kita ke kehidupan yang bahagia di dunia dan kebahagiaan di surga.
Lewat perantara para rasul2 ALLAH kita mengenal dan memeluk agama Islam dan Islam membawa kita mengenal ALLAH yang Esa yang Maha Segala-galanya. Islam adalah ajaran pembawa kedamaian, keselamatan dan kebahagian bagi kita, dunia dan akhirat.
Namur sadarkah kita akan nikmat ini? Seberapa banyak kita sudah melaksanakan ajaran Islam pada kehidupan sehari-hari? Sudahkah segala tingkah laku kita, perkataan kita, pemikiran kita, perbuatan kita selaras dengan ajaran Islam?
Sekali lagi, Islam akan membawa kita ke ke kehidupan yang benar, selamat dan bahagia.
Jangan samapi kita seperti anak kecil yang duduk di tumpukan berlian. Bagi anak kecil ini, tumpukan berlian yang ada disektarnya hanyalah batu biasa, yang murah yang tidak banya artinya.
Jangan sampai kita yang sudah mendapatkan anugrah islam ini kita sia-siakan ajaran islam yang indah yang amat berharga.
Bayangkan orang-orang non muslim yang belum menemukan kebenaran Islam. Mereka menyangka telah mendapatkan berlian itu, padahal yang didapat hanyalah batu kali yang tiada berharga. Mereka merasa agama mereka yang benar dan menyelamatkan mereka. Padahal apa yang mereka percayai malah menjerumuskan mereka ke jurang neraka.
Dan bagaimana besarnya nikmat iman? Iman membawa kita mempercayai ALLAH sepenuh hati, mengamalkan segala perintahnya dan menjahui segala laranganNYA. Iman membawa kita pada penyerahan diri kita secara total kepada Zat yang menciptakan kita dan menciptakan kehidupan bahagia untuk kita.
Iman akan menjadikan kita hamba yang dekat dengan ALLAH danhamba yang selalu mendapat limpahan kasih sayang ALLAH.
Betapa besarnya nikmat iman ini sehingga lebih besar dari nikmat-nikmat lainnya.
Saudaraku...
Hal apakah yang paling penting bagi manusia?
Manusia membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal, tetapi rumah tiada artinya bila tidak ada mempunyai pakaian. Tetapi mempunyai pakaian pun tiada berarti lagi bila tidak mempunyai makanan. manusia masih bisa hidup tanpa pakaian, tetapi akan susah hidup tanpa makanan. Tetapi makananpun akan tiada artinya tanpa air. Manusia lebih cepat mati bila kekuarangan air dibanding kekurangan makanan. Tetapi air pun tiada lagi berguna bila bila tidak ada udara. Tanpa air orang masih bisa bertahan beberapa hari, tetapi tanpa udara? Kehilangan udara satu menitpun bisa sangat fatal artinya bagi manusia. Berarti udara adalah yang paling penting bagi manusia.
Ternyata tidak saudaraku....
Setelah kehidupan di dunia ini, kita memasuki alam kubur dan dikubur manusia tidak lagi membutuhkan udara. Yang mereka butuhkan adalah imaaan...
Iman yang kuat, iman yang mereka bina, mereka jaga selama di dunia. Inilah yag akan menyelamatkan hidup manusia di akhirat kelak...
Inilah khutbah idul fitri yang dapat kami sampaikan. Khutbah dengan sebuat tema yang sangat sederhana yakni bersyukur. Tema yang sangat sederhana tetapi sungguh begitu besar bahayanya bila tidak kita lakukan dan begitu besar manfaatnya bila kita amalkan. Dan manfaat bersyukur itu tidak hany kita dapatkan di dunia ini namun juga akan kita petik hasil dari kita bersyukur di akhirat kelak. Insya ALLAH...
Marilah sekarang kita menenangkan pikiran, mengikhlaskan hati dan menegadahkan tangan memohon maghfiroh dari ALLAH Yang Maha Pengampun...
Allahmumma ya ALLAH, kami puja dan puji ENGKAU dengn pujian sepenuh jiwa raga kami. Sepenuh bumi dan langit, sepenuh ruang antara bumi dan langit atas segala rahmat dan nikmat Mu yang telah dilimpahkan kepada kami, lebh-lebih nikmatmu yang berupa Islam, iman dan ihsan.
Ya Allah yang Maha Peengampun. Ampunilah segala doa kami,
Dosa mama abah kami, dosa kai nini kami,
Dosa datu-datu kami
Dosa-dosa kampung dan negeri kami serta dosa-dosa seluruh hambaMu yang selalu mengabdi kepada Engkau ya ALLAH...
Ya ALLAH.... ampunilah kami yang selama ini terlalu banyak dan sering menyia-nyiakan nikmatmu... kami terlalu sering menggunanakan anugrahmu untuk hal-hal yang engkau benci dan engkau murkai...
Ampunilah kami yaa ALLAH..
Jauhkanlah kami dari golongan orang-orang yang selalu berkeluh kesah yang tidak pernah puas dengan yang dimilikinya yang tidak puas dengan pemberian Engkau yang tidak puas dengan segala apa yang ada pada dirinya. Merekalah golongan yang engkau laknat. Jauhkanlah kami dari mereka ya ALLAH.........
Ya Allah robbul alamiiin....
Jadikanlah kami sebagai ahli syukur... yang selalu bersyukur dan menyukuri segala pemberianmu, segala anugrahmu segala nikmatmu... sekecil apapun...
Berilah kami kebahagian dalam kondisi apapun yang engkau ciptakan untuk kami... Jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur ketika nikmat engkau begitu melimpah...
Dan jadikankalh kami juga orang yang sabar dan bersyukur ketika kami dalam keadaan yang sempit. Sesungguhnya sesempit apapun hidup kami, selemah apapun keadaan kami, kami yakin bahwa Nikmat Engkau masih banyak yang berlimpah kepada kami....
Rabbana auzi’na an nasykura ni’matakallatii an’amta ‘alaina wa’alaa waalidaina wa an na’mala shaalihan tardlohu wa adkhilnaa bi rohmatika fi ‘ibaadikash-sholihin. Irhamna Ya arhamarrohimiin.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kekuatan
untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu
yang telah Engkau anugerahkan kepada kami
dan kepada kedua orang tua kami, dan untuk mengerjakan
amal saleh yang Engkau ridhoi, serta memasukkan kami
dengan rahmat-Mu ke dalam golongan
hamba-hamba-Mu yang saleh.
Kasihilah kami wahai Yang
Maha Penyayang diantara para penyayang.”
Ya Allah... ampunilah kami bila kami selama ini sangat jarang mensyukuri nikmat-nikmatMu yang sangat berlimpah. Ampunilah kami yang selama ini menggunakan kenikmatan engkau untuk mengerjakan hal-hal yangengkau murkai....
Ya ALLAH Yang Maha Pemurah... Jadikanah kampung kami ini, kampung yang aman, tentram dan sejahtera yang disirami dengan nikmat-nikmatmu.. yang didiami oleh hamba-hambamu yang beriman.. yang selalu bersyukur bila mendapat nikmat di kala lapang dan di kala sempit....
Ya ALLAH terimalah doa doa kami. Amien ya robbal alamiinnnn............
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ وَارْضَ اَللَّهُمَّ عَنِ الصَحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إَلَى يَوْمِ الدِيْنِ
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلِّ الشِرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَك َأَعْدَاءَ الدِيْنِ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ َاْلأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ بِرَحْمِتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَاحِمِيْنَ
اَلَّلهُمَّ أَعِنَّا عَلىَ ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ
اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَ قِيَامَنَا وَ قِرَاءَتَنَا وَ زَكَاتَنَا وَ عِبَادَتَنَا كُلَّهاَ . اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ
وَ تُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.
رَبَّنَا آتِنَا فيِ الدُنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قَنَا عَذاَبَ النَارِ
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar